AWG Lampung Timur Gelar Pekan Solidaritas Palestina Bersama Siswa Al-Fatah

Posted on

 

awg lampung timur

Aqsa Working Group (AWG) Lampung Timur gelar Pekan Solidaritas Palestina bersama siswa Al-Fatah sido makmur tanggal 21-24 November 2021. Ketua AWG Lampung Timur Muhamad Abror mengatakan jika terdapat beberapa peristiwa sejarah penting terkait isu Palestina yang terjadi di bulan ke-11 Masehi (November).

Sebut saja pada tanggal 2 November, rakyat Palestina pada hari itu memperingati lahirnya Deklarasi Balfour. Deklarasi ini berisikan pernyataan publik yang sebelumnya telah ditandatangani dan di publish oleh James Arthur Balfour, menteri luar negeri Inggris pada 2 November 1917.

Dalam tulisan tersebut terdapat pernyataan yang mengungkapkan apabila Pemerintah Inggris bersimpati dan memandang positif aspirasi zionis untuk mendirikan tanah air  bagi bangsa Yahudi di tanah Palestina. Kemudian pada waktu  itu, Palestina menjadi wilayah kekuasaan dari Ottoman yang sedang berkonfrontasi dengan Inggris dalam Perang Dunia 1 bersama sekutunya.

Deklarasi Balfour menciptakan migrasi secara serentak terhadap orang Yahudi di seluruh dunia ke Palestina. Lalu, selain adanya Deklarasi Balfour, rakyat Palestina juga memperingati wafatnya presiden Palestina, Yasser Arafat pada tanggal 11 November.

Satu hari setelah itu, pada tanggal 12 November, tanah air Palestina memperingati  hari kemerdekaannya. Selanjutnya pada tanggal 29 November menjadi hari Pekan Solidaritas Palestina Internasional berdasarkan ketetapan dari PBB.

AWG Lampung Timur Gelar Pekan Solidaritas Palestina

Pekan Solidaritas Palestina oleh AWG terselenggara di Desa Sidomakmur, Kecamatan Melinting Lampung Timur. Muhamad Abror, ketua AWG Lampung Timur menjelaskan tentang acara yang tengah digelar ini kepada awak media.

Tujuan dari acara ini adalah untuk memberikan pemahaman kepada para siswa terkait Palestina. Keberadaan Masjid Al Aqsa dan Palestina sangat penting bagi umat Islam. Sehingga perlu memberikan pendidikan seputar Masjid Al Aqsa dan Palestina sejak dini.

Umat Islam harus membela Palestina dan Masjidil Aqsa dengan beberapa alasan. Pertama, Masjid Al Aqsa merupakan kiblat pertama umat Islam dalam melaksanakan ibadah sholat sebelum pemindahan kiblat ke Masjidil Haram di kota Mekah berdasarkan wahyu Allah.

Alasan kedua, Masjid Al Aqsa adalah masjid kedua yang dibangun di muka bumi pada waktu itu. Tidak kalah penting lagi, keberadaan masjid ini menjadi tempat suci ketiga umat Islam yang penting untuk disinggahi setelah Masjidil Haram dan Nabawi.

Dengan demikian, kemelut Palestina menjadi masalah kemanusiaan secara internasional. Tekad Palestina tidak gentar dalam membela tanah airnya, modal perjuangan seperti itu sangat penting. Tentu saja semua umat muslim menginginkan Palestina bisa melepaskan diri dari penjajahan zionis Israel yang kejam dan tidak berperikemanusiaan.

Israel telah merenggut banyak korban jiwa, harta, dan benda yang tidak terkira. Sikap Indonesia dari semula selalu mendukung kemerdekaan Palestina dari agresi zionis Israel, sehingga ikut menggelar aksi dukungan dengan Pekan Solidaritas Palestina.

Selain itu, dukungan internasional untuk negara Palestina juga tidak boleh kendor. Bantuan kemanusiaan terus mengalir, termasuk dari Indonesia yang turut serta mendoakan agar Palestina terbebas dari cengkeraman penjajahan Israel.

Bentuk Solidaritas untuk Palestina

Pasukan zionis Israel sangat sewenang-wenang. Mereka mencegah, menggeledah, melarang, bahkan lebih kejamnya lagi menyerang jamaah kaum Muslim di kawasan Masjid Al Aqsa. Tindakan brutal seperti itu tentunya melanggar kebebasan beragama. Selain itu juga melanggar Hak Asasi Manusia (HAM) di kota suci Al-Quds (Yerusalem).

Sontak saja seluruh umat muslim di dunia meradang atas kejadian tersebut. Dunia internasional mengecam dan mengutuk aksi yang tidak manusiawi tersebut. Terlebih lagi banyak warga sipil yang menjadi korban, termasuk anak-anak yang tak berdosa.

AWG Lampung Timur menggelar Pekan Solidaritas Palestina sebagai salah satu aksi dukungan terhadap Palestina. Kegiatan ini diikuti Kurang Lebih oleh 300 siswa yang terdiri peserta didik dari WA, Madrasah Ibtidaiyah (MI), dan Madrasah Tsanawiyah (MTs).

Menghadapi serangan Israel yang bertubi-tubi, komunitas internasional harus mengambil langkah konkret. Terutama negara-negara Islam menentang segala bentuk kekerasan dan tindakan provokatif yang dilakukan oleh tentara Israel. Pembebasan Masjid Al Aqsa dan Palestina ini menjadi kewajiban bersama kaum Muslim di seluruh dunia, agar terhindar dari penjajahan Israel.

Baca Juga;

Hanya Manusia Biasa Yang Selalu Memperbaiki Hati dan Diri