Sang Penulis Hanya Manusia Biasa Yang Selalu Memperbaiki Hati dan Diri

Contoh Nahwu Shorof

Assalamualaikum Wa Rohmatullah sahabat, alhamdulillah hari ini kita masih diberi kesempatan untuk menuntut ilmu. Dalam artikel kali ini, akan dibahas mengenai Contoh Nahwu Shorof. Eh, tapi apakah sahabat semua sudah mengetahui Nahwu Shorof itu apa?

Sebagaimana pedoman Umat Islam di seluruh dunia, yakni Al-Quran dan Al-Hadis, kedua pedoman ini pastinya menggunakan bahasa Arab. Nah untuk mengetahui arti, maksud bahkan tafsir dari sebuah ayat maupun hadis, tentu kita memerlukan ilmu untuk bisa mengetahuinya.

Ilmu nahwu dan ilmu shorof digunakan agar kita bisa membaca tulisan Arab gundul atau tanpa harokat, selain itu ilmu nahwu dan ilmu shorof ini adalah salah satu cabang ilmu dalam bahasa Arab, maka dari itu bahasa Arab sangatlah kaya.

tidak hanya itu, dalam bahasa Arab, salah penyebutan makhrojul huruf, salah harokat atau tanda baca, salah membaca, maka artinya pun akan berubah. oleh sebab itu kita memerlukan ilmu untuk dapat membacanya dengan benar, mengartikan bahkan menafsirkannya.


Pengertian Nahwu Shorof

Ketika kita sudah mengetahui bahwasanya untuk dapat membaca bahasa Arab, mengartikan bahkan menafsirkannya kita membutuhkan suatu bidang ilmu. Ya, bidang ilmu itu diantaranya adalah ilmu nahwu dan ilmu shorof. Yuk kita simak bersama penjelasan berikut ini.


  • Pengertian Nahwu

Nahwu secara bahasa merupakan suatu thariq (jalur lintasan) atau pun qiyas (rule atau aturan), yakni yang dibuat dengan meetakkan suatu nahwu (contoh model), hal ini bertujuan untuk mengarahkan (jihah) kepada suatu maksud tujuan  (qashd) berupa pembacaan dan juga sekaligus pemaknaan yang benar sehingga akan terhindar dari kekeliruan atau disebut lahn.

Selain itu ilmu nahwu juga dapat kita artikan sebagai ilmu untuk mengetahui perubahan-perubahan akhir kalimat yang berkaitan dengan i’raf, struktur kalimat, bina’, dan bentuk kalimat. Lebih ringkasnya lagi yakni ilmu nahwu merupakan ilmu untuk mengetahui harakat akhir dalam suatu kalimah atau hukum akhir dari kalimah bahasa Arab.

Apakah sahabat semua tahu ilmu nahwu ini sangat spesial loh, kenapa sih bisa sangat spesial? Iya hal itu karena Ilmu Nahwu disebut juga ‘Abu Hilmi’ yakni bapaknya ilmu, sebab ilmu nahwu ini bertujuan untuk menjaga kesalahan lisan ketika mengucapkan bahasa Arab, selain itu juga sebagai isti’anah (lantaran) dalam memahami Al-Quran dan Al-Hadis.

Ilmu Nahwu juga disebut ilmu alat, karena semua ilmu agama seperti ilmu fiqih, aqidah, tauhid, tafsir, hadis, kisah/sejarah, dan semua ilmu yang memakai bahasa Arab akan lebih mudah untuk dipahami.


  • Pengertian Shorof

Ilmu shorof menurut bahasa yakni mengubah, sedangkan menurut istilah ilmu shorof yaitu salah satu cabang ilmu bahasa Arab yang pembahasannya khusus membahas tentang suatu perubahan bentuk kata (dalam bahasa Arab di sebut: kalimat), dalam prakteknya perubahan kata ini di sebut tashrif.

Secara ringkasnya ilmu shorof adalah perubahan: berubah, sebab ilmu ini khusus untuk pembahasan tasrif yakni pengubahan: mengubah. Sehingga setiap kali mengubah sesuatu dari bentuk asalnya maka itu disebut dengan ilmu shorof.

Mengubah bentuk asal kata pada beberapa kata yang berbeda, yakni untuk mencapai arti yang diinginkan, yang hanya bisa tercapai dengan perubahan, hal itu disebut ilmu shorof.


Perbedaan Nahwu dan Shorof

  • Ilmu nahwu mempunyai fokus pada susunan kalimat dan juga harokat dalam bahasa Arab, sehingga hal ini akan memudahkan kita untuk mengetahui arti atau makna yang ada dalam kalimat bahasa Arab.
  • Ilmu shorof menentukan perubahan bentuk kata atau kalimah awal menjadi bentuk kata atau kalimah lainnya.

Dapat kita simpulkan bahwasanya perbedaan antara keduanya yakni ilmu nahwu adalah ilmu yang mempelajari tentang susunan kalimat dan harokat sedangkan ilmu nahwu mempelajari perubahan bentuk kata atau kalimat.

Ketika kalimat dan harokat berubah maka arti dan maknanya pun akan berubah, begitu pula ketika adanya perubahan kalimat, maka arti dan maknanya pun akan berubah, itulah mengapa ilmu nahwu dan ilmu shorof ini sangat penting dalam bahasa Arab, bahkan sampai di sebut bapaknya ilmu. Apabila kita menguasai ilmu Nahwu dan ilmu Shorof insyaAllah kita akan bisa mengetahuicara baca, arti dan makna yang terkandung dalam bahasa Arab.


Tujuan Nahwu Shorof

Ilmu nahwu adalah ilmu yang membantu ita agar kita dapat melafalkan bahasa Arab dengan benar, memahami arti dan makna nya dengan tepat serta kita dapat menyampaikan ajaran dengan cermat dan menghindarkan kita dari kekeliruan dalam memahami makna dalam bahasa Arab. Ilmu nahwu mempunyai beberapa tujuan, berikut ini adalah tujuan dari ilmu nahwu:

  • Tujuan ilmu nahwu

  • Mampu dalam memahami arti dan makna Al-Quran dan Al-Hadis, dimana keduanya merupakan dasar agama Islam, seperti yang terkandung dalam firman Allah swt sebagai berikut:

“Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan Sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.” (Q.S Al-Hijr: 9)

  1. Menjaga dan menghindarkan lisan kita serta tulisan dari kesalahan-kesalahan berbahasa, itulah mengapa ulama pada zaman dulu berusaha merumuskan ilmu nahwu, yakni untuk menjaga bahasa Arab, menjaga Al-Quran dan Al-Hadis, sehingga seluruh umat Muslim du berbagai belahan dunia, dimana setiap negara mempunyai bahasanya sendiri, dengan adanya ilmu nahwu kita dapat menyampaikan makna/maksud dari suatu dalil maupun ucapan bahasa Arab, dengan begitu kita dapat menyampaikan dengan maksud yang sesuai dengan apa yang sebenarnya terkandung dalam Al-Quran, Al-Hadis, Ijma, maupun bahasa Arab lainnya.
  • Membantu orang-orang untuk memahami ungkapan-ungkapan bahasa Arab, sehingga hal itu dapat mempercepat pemahaman terhadap maksud dari bahasa Arab tersebut.
  • Membiasakan para santri/pelajar/orang-orang untuk selalu mengamati, berpikir logis, teratur serta kegunaan lainnya yang dapat membantu mereka untuk melakukan pengkajian bahasa Arab dengan kritis.
  • Tujuan ilmu shorof

Ilmu shorof mempunyai tujuan untuk memahami perubahan kata asal, menjadi beberapa macam kata sekaligus untuk mengetahui bagaimana cara mengubahnya menurut pola pembentukan kata atau disebut wazan.

  1. Untuk mengetahui fungsi kata dalam kalimat serta memahami pengertian keseluruhan kalimat secara cepat dan juga tepat dalam bahasa Arab.
  1. Mmamp menyusun kalimat yang benar dalam menggunakan bahasa tulisan atau pun bahasa lisan dalam mengutarakan pikiran.

Contoh Nahwu Shorof

Kalimat Pertama;

جَاءَرَجُلٌ  (jaa’a rajulun)  = artinya adalah telah datang seorang laki-laki.

Coba perhatikan kata  رَجُلٌ  yang mempunyai arti seorang laki-laki, pada kalimat pertama, roo-ju-lun berharokat dhommahtain. Sedangkan kalimat kedua harokatnya berubah seperti berikut ini:

Kalimat Kedua;

رَأَيْتُ رَجُلاً  (ra-aitu rajulan) = artinya adalah aku melihat seorang laki-laki.

Pada kalimat kedua, huruf lam berharokat fathahtain.

Kalimat ketiga;

مَرَرْتُ بِرَجُلٍ  (marartu bi-rajulin) = artinya adalah aku berjumpa dengan seorang laki-laki.

Sedangkan pada kalimat ketiga ini, huruf lam berubah harokatnya menjadi kasrohtain.

  1. Contoh shorof

Contoh dari shorof yaitu, نَصَرَ  (nashara) yang artinya menolong,  berubah menjadi  نَاصِرٌ  (naashirun) yang artinya menjadi penolong.

Perubahannya terjadi diantara  huruf  نَ – nun  dan  huruf صِ – shad  ditambah huruf  ا – alif.

Bahasa Arab memang bahasa yang tidak embarangan orang dapat mengartikannya, sebab salah mengucapkan, salah harokat, salah huruf, maka akan salah pula artinya. Tidak hanya itu, bahwasanya dalam bahasa Arab juga sering kali terdapat makna-makna tertentu yang hanya bisa kita ketahui dengan ilmu nahwu dan shorof. itulah tadi penjelasan tentan ilmu nahwu dan horof serta contoh nahwu shorof.

Sang Penulis Hanya Manusia Biasa Yang Selalu Memperbaiki Hati dan Diri

Contoh Kalimat Isim Maful

Isim Maful adalah salah satu isim yang ada dalam bahasa Arab, setiap isim pasti mempunyai fungsinya sendiri-sendiri, ada yang menunjukkan subjek, menunjukkan objek, dan...
Sang Penulis
2 min read