Huruf Qalqalah

Posted on

Membaca Al-Qur’an merupakan salah satu ajaran agama Islam. Sebagai kitab suci umat Islam sudah sepantasnya Al-Qur’an dipelajari, dibaca, dan dipraktekkan dalam kehidupan sehari ini. Agar bisa membaca Al-Qur’an dengan baik, ada beberapa kaidah yang ditentukan. Salah satunya ada tentang huruf qalqalah.Huruf Qalqalah

Sahabat muslim sekalian pasti sudah sering membaca Al-Qur’an setiap harinya, namun apakah sudah mencoba memahami apakah bacaan tersebut sudah benar atau belum? Qalqalah merupakan salah satu hukum bacaan yang ada pada ilmu tajwid, walaupun masih banyak lagi hukum bacaan yang lainnya.


Huruf Qalqalah

Definisi qalqalah berdasarkan bahasa berarti pantulan atau memantul. Jika dilihat dari istilahnya, qalqalah memiliki makna memantulkan bunyi pada huruf tertentu karena adanya sukun, waqaf, atau adanya tasydid yang disertai dengan waqaf.


1.     Huruf-Huruf Qalqalah

Seperti pada penjelasan di atas, bahwa hukum bacaan qalqalah ini hanya berlaku pada beberapa huruf saja. Jadi, tidak semua huruf hijaiyah pada Al-Qur’an mendapatkan hukum bacaan ini. Adapun huruf yang terkena qalqalah adalah ق ط ب ج د.

Dari huruf-huruf qalqalah tersebut jika dalam keadaan sukun, maka akan terlihat jelas qalqalah atau pantulannya. Hal yang membedakan pantulan dari masing-masing huruf adalah sifatnya yang berbeda.


2. Macam-Macam Hukum Qalqalah

a.     Qalqalah Sughra ﻘﻠﻘﻠﺔ ﺻﻐﺮﻯ

Pengertian dari qalqalah ini adalah qalqalah kecil yaitu huruf qalqalah yang posisinya berada di tengah kata atau yang memiliki harakat sukun. Pada qalqalah sughra ini dibaca dengan cara memantulkan makhrajnya dengan tidak kuat.

Bacaan qalqalah sebenarnya tidak terlalu banyak terdapat di Al-Qur’an, namun tetap saja hal ini harus diperhatikan. Kesalahan pembacaaan hukum bacaan akan merubah arti kata. Berikut adalah beberapa huruf qalqalah yang ada di Al-Qur’an:

Huruf Bacaan
بْ بِالصَّبْرِ
طْ لَيَطْغٰى
قْ تَقْوِيْمً
دْ يَدْخُلُوْنَ
جْ اَلَمْ نَجْعَلْ

b.    Qalqalah Kubra ﻘﻠﻘﻠﺔ ﻛﺒﺮﻰ

Qalqalah kubra disebut juga qalqalah besar yang memiliki pengertian adanya huruf qalqalah yang letaknya di akhir kata. Hukum bacaan ini berlaku karena huruf tersebut memiliki harakat sukun, kasrah, fathah, tanwin, dan dammah, namun tetap dibawa waqaf.

Huruf yang terkena bacaan qalqalah ini dibaca dengan cara memantulkan suara dengan tekanan yang kuat. Lafadznya menjadi lebih kuat dan sangat jelas, terutama ketika huruf qalqalah tersebut telah diwaqafkan atau memiliki tasydid.

Contohnya adalah sebagai berikut:

بِرَبِّ الْفَلَق . مِنْ وَرَآئِهِمْ مُحِيْطٌ . اِذَا وَقَبَ . ذَاتِ الْبُرُوْجِ maka akan dibaca بِرَبِّ الْفَلَقْ . مِنْ وَرَآئِهِمْ مُحِيْطْ . اِذَا وَقَبْ . ذَاتِ الْبُرُوْجْ

c.     Qalqalah Akbar

Qalqalah ini merupakan jenis qalqalah yang letaknya berada di akhir kata. Hukum qalqalah berlaku karena adanya huruf qalqalah yang diwaqafkan serta memiliki tasydid.

Huruf pada qalqalah akbar ini akan dibaca dengan penekanan pada ucapan sebesar 2 harakat. Contohnya adalah pada kata وَتَبَّ.

d. Ashlul Qalqalah

      Qalqalah ashlul merupakan qalqalah asli yang tidak memiliki harakat mati (sukun) maupun diwaqafkan. Huruf pada qalqalah ini juga tidak disukunkan sehingga masih asli.


Hukum Bacaan Qalqalah

Huruf-huruf qalqalah yang telah disebutkan di atas, memiliki hukum bacaan yang berbeda-beda. Walaupun hanya 5 huruf yang termasuk dalam jenis huruf qalqalah, namun pengucapan dan penegasannya dapat berbagai cara.

  1. Qalqalah yang tetap miring “a”. Huruf yang termasuk dalam jenis qalqalah ini adalah ق dan ط. Contoh dari huruf yang terkena hukum bacaan ini adalah:
  • يَطْمَعُ (yatma’u) akan dibaca menjadi yat-ta-ma’u
  • يَقْبَلُ(yaqbalu) akan dibaca menjadi yaq-qa-balu.
  1. Jika sebuah huruf qalqalah berada di tengah kata atau kalimat, maka cara membacanya bisa saja berubah-ubah. Hal ini sesuai dengan harakat yang ada pada sebelum dan sesudah huruf tersebut. Huruf-huruf yang mengalami hukum baca ini adalah ج, د, dan ب dengan perubahannya adalah:
  • Miring pada huruf “a” yang akan terjadi jika pada huruf sebelum atau sesudahnya terdapat huruf yang memiliki harakat fathah. Selain itu, juga berlaku jika pada suatu kata atau kalimat ditemukan huruf sebelumnya memiliki harakat dhammah, sedangkan pada huruf akhirnya memiliki harakat kasrah.

      Contoh:

Kata Dibaca
يَبْتَغِ yabtaghi yab-ba-taghi
مُجْرِمِيْنَ  mujrimiin muj-ja-rimiin
يُبْطِلُ   yubthilu yub-ba-thilu
رِجْسِهِمْ  rijsihm rij-ja-sihim
  • Miring pada huruf “i” ketika pada huruf sebelum dan juga sesudahnya memiliki harakat kasrah. Contoh untuk hukum ini adalah:
Kata Dibaca
اِبْلِيْسَ  ibliis ib-bi-liis
إِدْرِيْسَ idriis id-di-riis
إِجْرِ  ijri ij-ji-ri
  • Miring pada huruf “u” jika terdapat huruf qalqalah yang pada huruf sebelum dan sesudahnya memiliki harakat dhammah. Contohnya adalah تُبْتُtubtu dibaca tub-bu-tu.
  • Miring pada huruf “o” apabila pada sebelum dan sesudah huruf qalqalah terdapat huruf yang memiliki harakat dhammah. Adapun contohnya adalah يَدْخُلُوْنَ.
  • Miring pada huruf “e” apabila sebelum dan sesudah huruf qalqalah ada huruf yang berharakat fathah. Contohnya adalah رِجْسًا, مِدْرَارًا.

Sahabat muslim sekalian, dalam membaca Al-Qur’an bukan hanya asal bisa membaca, namun perlu juga dibarengi dengan belajar ilmu tajwid dan bacaannya. Salah satunya adalah tentang huruf qalqalah. Hal ini sangat penting agar arti atau makna kata tidak berubah.

Hanya Manusia Biasa Yang Selalu Memperbaiki Hati dan Diri