Kitab Zabur Diturunkan Pada Abad Ke-10 SM, Ini Penjelasan Lainnya

Posted on

Al-Qur’an merupakan kitab suci yang wajib untuk diyakini dan diimani. Namun, selain Al-Qur’an, ada juga kitab lain yang wajib dipercaya oleh setiap muslim keberadaannya, salah satunya ialah kitab Zabur. Kitab Zabur diturunkan pada abad ke-10 SM, lebih tepatnya kepada Nabi Daud as.Kitab Zabur Diturunkan Pada Abad Ke

Kitab suci yang diterima oleh Nabi Daud as tersebut banyak disinggung di dalam Al-Qur’an, hanya saja mungkin sahabat muslim menemukannya dalam bentuk jamaknya. Penjelasan lebih lengkapnya sebagai berikut:


Kitab Zabur Diturunkan pada Abad Ke 10 SM

Kitab Zabur yang diterima oleh Nabi Daud as ini diturunkan di daerah Yerussalem, untuk umat Yahudi atau bangsa Bani Israil yang sebelumnya memakai kitab Taurat, yakni kitab yang diturunkan kepada Nabi Musa as. Kitab Zabur ini disebutkan ditulis dalam bahasa Qibti.

Baca Juga  ; Nabi yang Menerima Suhuf

Bahasa Qibti ini merupakan bahasa yang dipakai oleh masyarakat Mesir saat berkomunikasi sebelum bangsa Arab menguasainya. Sedangkan untuk kitab Taurat, konon menggunakan bahasa Ibrani.

Kata Zabur sendiri berasal dari kata zabaro, yazburu, dan zabrun yang artinya adalah tulisan. Dengan kata lain, Zabur bisa diartikan sebagai kitab yang tertulis. Bentuk jamak dari Zabur ialah zubur. Selain itu, kitab Zabur juga biasa disebut dengan Mazmur dengan bentuk jamaknya Mazamir.

Berdasarkan Shorter Encyclopaedia of Islam, dapat diketahui bahwa mazmur disebut mizmor dalam bahasa Ibrani. Sementara dalam bahasa Suriani akan disebut dengan mazmor. Berdasarkan penjelasan tersebut, bisa diketahui pula bahwa kitab Zabur adalah kumpulan dari mazmur.

Mazmur ini ialah nyanyian rohani yang dianggap suci dan berasal dari Nabi Daud as, namun juga bisa berarti pujian. Ada referensi yang menyebutkan bahwa Zabur itu adalah mazmur yang di dalamnya terdapat 5 tipe nyanyian. Kelima tipe nyanyian itu ialah sebagai berikut:

  1. Nyanyian untuk raja
  2. Ratapan dan doa individu
  3. Ratapan jamaah
  4. Nyanyian perorangan sebagai ungkapan rasa syukur
  5. Nyanyian untuk memuji Allah SWT

Informasi Lain Seputar Kitab Zabur

Sebelumnya, perlu diketahui bahwa Nabi Daud as ialah seorang raja dan juga hakim yang agung bagi Bani Israil. Beliau merupakan ayah dari Nabi Sulaiman as dan merupakan orang yang sholeh. Beliau juga merupakan seorang yang taat beribadah dan dikaruniai dengan suara merdu.

Bahkan, apabila mendengarkan suara beliau, orang yang tengah sakit bisa sehat kembali dan membuat air serta angin yang berada di sekitar beliau menjadi tenang dan damai. Dikabarkan pula bahwa beliau mampu memahami bahasa hewan sekaligus piawai dalam membuat peralatan perang.

Nabi Daud as yang menerima kitab Zabur ini diceritakan dalam sejarah yang tersendiri. Berikut adalah penjelasan akan sejarah tersebut sekaligus dengan penjelasan isi kitab Zabur:


1. Sejarah Turunnya Kitab Zabur

Cerita mengenai sejarah turunnya kitab Zabur ini tentu tidak lepas dari keberhasilan Nabi Daud as dalam mengalahkan Jalut, seorang raja yang sombong dan juga durhaka serta tidak beriman kepada Allah SWT.

Setelah berhasil membunuh raja durhaka tersebut, masyarakat Bani Israil malah mengagungkan Nabi Daud as. Sampai-sampai mereka lupa bahwa apa yang telah dicapai oleh Nabi Daud as tidak lain karena izin dan juga pertolongan Allah SWT.

Akan tetapi, Nabi Daud as yang mencapai puncak ketenaran seperti itu tidak lantas lupa kepada Allah SWT. Melihat rakyatnya yang seperti itu, Nabi Daud as memutuskan untuk pergi dan menyendiri di daerah yang terpencil dekat Yerusalem.

Di tempat inilah Nabi Daud as terus mengagungkan Allah SWT melalui doa dan pujian. Di tengah-tengah munajatnya tersebut, Allah SWT menurunkan kitab Zabur. Peristiwa ini terjadi 482 tahun setelah kitab Taurat diturunkan.


2. Isi Kitab Zabur

Antara kitab Taurat dengan kitab Zabur konon mempunyai perbedaan. Perbedaan tersebut selain terletak pada bahasa yang digunakan seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, juga terletak pada isi dan kandungannya.

Bila pada kitab Taurat, isinya adalah tentang perjuangan Nabi Musa as, hukum dan juga ajaran serta syariat agama. Sedangkan pada kitab Zabur tidak demikian. Di dalam Kitab Zabur ini terdapat 5 macam nyanyian yang sudah disebutkan sebelumnya.

Lebih lengkap lagi, di dalam kitab Zabur hanya terdapat doa, nasehat, dzikir, pujian, dan juga nyanyian serta hikmah. Tidak ada kandungan hukum dan syariat agama di dalamnya. Pasalnya, pada masa Nabi Daud as, ajaran, syariat, dan hukum yang digunakan sama seperti yang terdapat dalam kitab Taurat.

Karena memang aturan syariat yang dibawa oleh Nabi Daud as sama seperti aturan syariat yang dibawa oleh Nabi Musa as. Sedangkan untuk kitab Zabur, hanya dipakai sebagai panduan dalam berdoa serta memuji Allah SWT.

Sebagai kesimpulan, kitab Zabur diturunkan pada abad ke-10 SM dan diturunkan kepada Nabi Daud as. Kitab Zabur wajib diimani yang bahkan di dalam Al-Qur’an juga sudah disebutkan hingga beberapa kali. Di antaranya ialah di dalam QS. Al Anbiya ayat 105 dan QS. An Nisa ayat 163.

Nah, sahabat muslim, sebagai bagian dari orang yang beragama Islam, kita tidak wajib untuk mempelajari kitab Zabur. Sebab sudah ada kitab Al Qur’an yang menjadi pedoman hidup dan penyempurna atas kitab yang terdahulu. Wallahu a’lam bish showab.

Hanya Manusia Biasa Yang Selalu Memperbaiki Hati dan Diri