Kitab Taurat Menggunakan Bahasa Apa? Ini Jawabannya

Posted on

Iman kepada kitab-kitab Allah SWT artinya yakin dan percaya bahwa Allah SWT telah menurunkan kitab-kitab-Nya kepada Rasul pilihan-Nya. Turunnya kitab ini menyesuaikan dengan masa dan tempat di mana kitab diturunkan, termasuk bahasanya. Lalu, untuk kitab Taurat menggunakan bahasa apa, ya?Kitab Taurat Menggunakan Bahasa Apa

Sahabat muslim sekalian, perlu diketahui bahwa kitab Taurat merupakan kitab suci yang Allah SWT berikan kepada Nabi Musa  as. Kitab ini adalah petunjuk serta pembimbing bagi kaum Bani Israil yang sebelumnya diperintah oleh Raja Fir’aun.


Kitab Taurat Menggunakan Bahasa Ibrani

Diketahui bahwa kitab Taurat diberikan kepada Nabi Musa as pada abad ke-12 SM. Sejatinya, Taurat maknanya adalah hukum atau syariat. Nama ini seolah-oleh menjelaskan apa yang ada di dalam kitab Taurat sebenarnya.

Kitab Taurat ini menggunakan bahasa Ibrani. Hal ini didasarkan pada keterangan yang ada dalam kitab al Jawab as Shahih liman Baddala Diinah Masih,. Singkatnya, bahasa Ibrani yang digunakan dalam kitab Taurat juga merupakan bahasa yang sehari-hari digunakan oleh kaum Bani Israil.

Baca Juga : Kitab Zabur Diturunkan Pada Abad Ke-10 SM, Ini Penjelasan Lainnya

Berikut adalah beberapa hal yang perlu sahabat muslim sekalian ketahui terkait dengan bahasa Ibrani ini:


1. Mirip dengan Bahasa Arab

Bahasa Ibrani disebut-sebut mirip dengan bahasa Arab dan juga bahasa Aram. Bahkan, kosakata yang ada dalam bahasa Ibrani modern, banyak yang meminjam dari bahasa Arab.


2. Abjad dalam Bahasa Ibrani

Abjad yang ada dalam bahasa Ibrani terdiri atas 22 huruf. Berdasarkan referensi, teks bahasa Ibrani kuno hanya dituliskan menggunakan huruf konsonan, tanpa adanya huruf vokal. Jadi, pelafalannya didasarkan pada tradisi lisan yang sudah turun temurun.

Untuk sistem penulisan vokal baru ada sekitar tahun 500 M hingga 1000 M. Sistem ini diadakan guna melestarikan tradisi lisan tersebut. Adanya penulisan yang dibubuhi dengan vokal ini manfaatnya sangat besar, terutama bagi para pemula yang ingin belajar bahasa Ibrani.


Isi Kitab Taurat

Kitab Taurat yang merupakan petunjuk serta pedoman bagi Bani Israil telah Allah SWT jelaskan dalam QS. Al Isra ayat 2. Sebagai pedoman hidup, di dalam kitab Taurat ini terdapat hal-hal berikut ini:

  1. Kewajiban mempercayai dan meyakini keesaan Allah SWT
  2. Larangan menyembah patung serta berhala
  3. Larangan menyebut asma Allah SWT jika dengan maksud yang sia-sia
  4. Anjuran agar hari Sabtu disucikan
  5. Berbakti kepada orang tua
  6. Larangan untuk tidak membunuh manusia jika tidak ada alasan yang tepat dan bisa dibenarkan
  7. Larangan melakukan pencurian
  8. Larangan berbuat zina
  9. Larangan mengambil apa yang menjadi hak milik orang orang lain
  10. Larangan menjadi saksi yang palsu

Informasi penting lain yang perlu sahabat muslim semua ketahui adalah disebutkan bahwa kitab Taurat diturunkan di Bukit Tursina. Selain itu, dengan berdasarkan pada kitab As-Sirah Al-Halabiyyah, diketahui bahwa kabar mengenai Nabi Muhammad SAW juga terdapat dalam kitab Taurat.

Hanya saja nama Nabi Muhammad SAW ketika dalam kitab Taurat adalah Himyata. Himyata ini artinya adalah orang yang melindungi tanah haram dari hal-hal atau perkara haram. Selain itu, sebutan lainnya ialah Qidmaya, artinya orang pendahulu yang dijelaskan sebagai orang yang baik hati.


Kisah yang Berhubungan dengan Diturunkannya Kitab Taurat

Turunnya kitab Taurat ini diawali dengan peristiwa dipukulnya seorang pemuda Qibthi oleh Nabi Musa as yang membuat pemuda tersebut meninggal dunia. Atas kejadian ini, Fir’aun berusaha menangkap sekaligus membunuh Nabi Musa as dan beliau pun lari ke Madyan.

Di Madyan, Nabi Musa as bertemu dengan Nabi Syu’aib as lalu beliau dijodohkan dengan salah satu putri Nabi Syu’aib as. Setelah beberapa lama tinggal di Madyan, Nabi Musa as memohon izin untuk kembali ke Mesir.

Namun di tengah perjalanan, beliau melihat api, tepatnya di atas Bukit Thursina. Beliau pun meminta izin kepada istrinya untuk mendatangi api tersebut. Setibanya di tempat yang dimaksud, Nabi Musa as melihat sinar yang amat terang.

Ini adalah pertanda dari Allah SWT bahwasanya Nabi Musa as diangkat sebagai rasul. Saat ini pula Nabi Musa as diberikan mukjizat yang nanti digunakan untuk menghadapi Fir’aun. Namun sayangnya, Fir’aun tetap tidak mau beriman bahkan setelah dinasehati oleh Nabi Musa as.

Dia dan tentaranya lalu mengejar Nabi Musa as yang lari bersama pengikutnya hingga kemudian tenggelam di laut atas izin Allah SWT. Dengan demikian, terbebaslah Nabi Musa as beserta pengikutnya dari cengkraman Fir’aun.

Akan tetapi nikmat ini tidak membuat Bani Israil beriman. Justru mereka meminta Nabi Musa as agar membuat berhala sebagai tuhan saat mereka tiba di negeri yang masyarakatnya juga menyembah berhala.

Hal tersebut Nabi Musa as marah, berdoa supaya Allah memisahkan orang-orang yang beriman dari orang-orang yang fasik serta meninggalkan kaumnya dan pergi ke Bukit Thursina. Konon saat inilah beliau menerima kitab Taurat.

Baca Juga : Nabi yang Menerima Suhuf

Berdasarkan sejumlah pembahasan di atas, poin penting yang perlu diingat ialah kitab Taurat menggunakan bahasa Ibrani yang mana bahasa ini digunakan oleh kaum Bani Israil. Dalam kitab Taurat terdapat sejumlah anjuran, larangan, dan perintah yang harus dilakukan.

Namun pada masa sekarang ini, kitab Taurat yang ada telah banyak dipalsukan sesuai dengan berita yang Allah SWT sampaikan di sejumlah ayat Al-Qur’an. Walaupun demikian, setiap muslim wajib mengimaninya bahwa kedua kitab memang benar-benar datang dari Allah SWT. Wallahu a’lam bish showab.

Hanya Manusia Biasa Yang Selalu Memperbaiki Hati dan Diri