Pengertian Iman Kepada Kitab Allah

Posted on

Tahukah sahabat muslim keberadaan rukun iman bukan hanya hal yang hanya perlu diketahui oleh orang Islam. Rukun iman harus diketahui serta dipercayai dengan sepenuh hati. Salah satunya yaitu iman kepada kitab Allah, sehingga sahabat muslim perlu tahu pengertian iman kepada kitab Allah.Pengertian Iman Kepada Kitab Allah


Pengertian Iman Kepada Kitab Allah

Berdasarkan bahasa iman dapat diartikan sebagai percaya atau membenarkan. Sementara itu, menurut istilah iman merupakan kepercayaan yang diyakini dalam hati, dikatakan dengan lisan, serta diamalkan dengan perbuatan.

Oleh karena itu, pengertian iman kepada kitab Allah dapat dijelaskan percaya serta meyakini Allah SWT memiliki kitab, yang diturunkan kepada nabi dan rasul-Nya sebagai pedoman hidup untuk umat. Hukum beriman kepada kitab Allah yaitu fardhu’ain artinya wajib untuk orang muslim.

Orang muslim yang tidak meyakini adanya kitab-kitab Allah SWT maka dianggap murtad atau keluar dari Islam. Beriman kepada Allah SWT termasuk ke dalam rukun iman ketiga.

Sahabat muslim tentu harus percaya dengan keberadaan kitab-kitab Allah SWT dan mengamalkan yang terdapat dalam kitab Al-Qur’an sebagai bentuk beriman kepada kitab Allah SWT. Terdapat tiga tingkatan beriman kepada kitab-kitab Allah SWT, yaitu:

  • Qotmil yaitu membaca
  • Tartil yaitu membaca dan memahami
  • Hafidz yaitu membaca, memahami, menghafalkan, serta mengamalkan.

Sebagai umat Islam yang baik, selain mempercayai keberadaan kitab suci sahabat muslim juga perlu membaca, mempelajari, serta mencoba memahami kandungan yang terdapat dalam kitab suci.

Sehingga, setiap orang bisa mengetahui aturan-aturan yang terkandung di dalamnya dan senantiasa untuk mengamalkan dalam kehidupan. Sahabat muslim mungkin bertanya mengapa beriman kepada kitab-kitab Allah harus dilakukan?

Supaya umat Islam dapat meningkatkan keimanan kepada Allah SWT serta meyakini mukjizat yang telah Allah SWTberikan kepada nabi dan rasul-Nya. Makna beriman kepada kitab Allah yaitu dengan beriman kepada kitab-kitab lainnya yang juga diturunkan sebelum Al-Qur’an.

Di dalam kitab Rasaail fil ‘Aqiidah terdapat cakupan iman kepada kitab suci yang meliputi empat perkara, yaitu:

  • Iman bahwa kitab-kitab suci turun dari Allah SWT.
  • Iman dengan nama yang diketahui dari kitab suci tersebut. Kitab suci Al-Qur’an yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, Taurat kepada Nabi Musa a.s, Injil kepada Nabi Isa a.s, dan Zabur kepada Nabi Daud a.s.
  • Pembenaran mengenai berita-berita yang benar. Berita benar seperti berita yang terdapat di dalam Al-Qur’an serta kitab suci sebelumnya.
  • Pengalaman terhadap hal yang tidak dinasakh dari kitab suci, menerima serta berserah diri terhadap hikmah yang diketahui maupun tidak diketahui.

Tujuan Penurunan Kitab Suci

Seluruh kitab suci berasal dari satu sumber yaitu Allah Jalla wa ‘Alaa. Sahabat muslim perlu tahu bahwa kitab-kitab suci diturunkan dengan tujuan agar peribadatan hanya kepada Allah SWT semata bisa tercapai. Hal tersebut juga terdapat dalam QS. Al-Maidah ayat 44-50.

Penurunan kitab-kitab Allah SWT adalah anugerah untuk umat manusia. Manusia diberi akal oleh Allah SWT, supaya bisa mengkaji Al-Qur’an serta memahami setiap ajaran Allah SWT.

Ajaran-ajaran tersebut merupakan rambu yang memperlihatkan kebenaran serta menciptakan tatanan kehidupan dunia. Sehingga, keberadaan kitab-kitab Allah SWT dapat membuat manusia mampu membedakan hal yang benar dan salah serta hal yang mengandung manfaat atau mudarat.

Sahabat muslim, beriman kepada kitab-kitab Allah juga akan mendatangkan buah keimanan, seperti mengetahui pertolongan yang diberikan oleh Allah untuk setiap hamba-Nya, serta mengetahui bahwa dengan hikmah Allah mensyariatkan setiap kaum berdasarkan keadaannya yang sesuai.


Cara Beriman Kepada Kitab-Kita Allah

Apakah sahabat muslim mengetahui bagaimana cara beriman kepada kitab-kitab Allah? Pasalnya, banyak yang merasa bingung karena kitab orang Islam adalah Al-Qur’an. Bagaimana dengan kitab lainnya? Berikut merupakan cara beriman kepada kitab-kitab Allah, yaitu:


1. Beriman Kepada Kitab-Kitab Sebelum Al-Qur’an

Cara beriman kepada kitab-kitab Allah yang diturunkan sebelum Al-Qur’an adalah dengan percaya serta meyakini bahwa kitab-kitab tersebut adalah wahyu yang diturunkan oleh Allah, bukan karangan nabi dan rasul.


2. Beriman Kepada Al-Qur’an

Al-Qur’an adalah kitab yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW untuk membimbing umat Islam kepada kebaikan. Berikut cara beriman kepada Al-Qur’an, yaitu:

  • Percaya dan yakin bahwa Al-Qur’an adalah wahyu Allah, bukan karangan Nabi Muhammad SAW.
  • Percaya serta yakin dengan isi Al-Qur’an tanpa adanya keraguan serta menjamin kebenarannya.
  • Mempelajari, menghayati, serta mencoba memahami isi kandungan kitab suci Al-Qur’an.
  • Mengamalkan ajaran yang terdapat dalam Al-Qur’an untuk kehidupan.

Hal yang perlu diketahui oleh sahabat muslim adalah bahwa tidak boleh mengikuti ajaran yang ada di dalam kitab-kitab sebelumnya, setelah turunnya Al-Qur’an. Walaupun Taurat dan Injil adalah kitab yang benar diturunkan kepada nabi, namun tetap tidak boleh diikuti.

Kitab suci sebelum Al-Qur’an diturunkan untuk umat nabi tersebut serta tempo waktu juga terbatas. Selain itu, kitab-kitab sebelumnya juga telah dinasakh oleh Al-Qur’an.

Kitab-kitab Allah bukan hanya Al-Qur’an. Walaupun begitu kini sahabat muslim telah mengetahui bagaimana cara beriman kepada kitab-kitab Allah, baik kitab suci Al-Qur’an maupun kitab-kitab suci sebelumnya.

Hanya Manusia Biasa Yang Selalu Memperbaiki Hati dan Diri