Wa Iyyak Artinya Dalam Bahasa Indonesia Sekaligus Penggunaan

Posted on

Sebagai bahasa yang digunakan dalam Al-Quran, minat umat Islam di Indonesia untuk belajar bahasa Arab cukup tinggi. Banyak yang meyakini dengan mempelajari bahasa Arab, maka akan lebih memahami makna luar biasa dalam Al-Quran. Tak heran kalau semakin banyak saja orang-orang berujar dengan kata campuran bahasa Arab, salah satunya wa iyyak artinya yang begitu istimewa.wa iyyak artinya

Meskipun memang jika dibandingkan syukron (terima kasih) atau afwan, kata wa iyyak memang tak terlalu populer atau lazim didengar banyak orang. Namun dalam perkembangannya, wa iyyak makin banyak digunakan segelintir Muslim, terutama ketika hendak melakukan aksi tolong-menolong. Bukan cuma sekadar ucapan dalam bahasa Arab, wa iyyak artinya cukup mendalam.


Wa Iyyak Artinya Secara Tepat

Islam senantiasa mengajarkan agar umatnya menjadi pribadi yang begitu peka terhadap sesama. Siapapun itu yang mengalami kesulitan, haruslah tumbuh jiwa tolong-menolong. Baik mereka yang memberi pertolongan atau yang memperoleh pertolongan, senantiasa saling memberikan doa. Apalagi jika dalam posisi mendapat bantuan tak terduga, budi baik haruslah diingat.

Dalam kondisi seperti inilah, memakai wa iyyak artinya secara tepat menjadi sangat berguna. Karena kata wa iyyak, bisa menjadi sebuah ungkapan terbaik ketika memperoleh bantuan dari orang lain, tapi tidak bisa membalasnya secara materi. Apakah sama dengan syukron atau jazakallahu khoiron yang kerap dipakai dalam ungkapan terima kasih?

Mungkin bisa disimpulkan serupa tapi tak sama. Kendati begitu, wa iyyak bisa bertujuan mirip seperti kata ’sama-sama’ yang biasa diucap setelah memberikan pertolongan kepada orang lain. Namun sebagai pembeda, wa iyyak lebih kepada mendoakan kebaikan seseorang yang baru saja ditolong. Wa iyyak sebagai penguat tujuan bahwa untuk membantu, tak boleh mengharapkan imbalan.

Betapa indahnya respon umat Islam setelah menolong sesamanya ini memang juga sempat terungkap dalam doa di Al-Quran. Lewat surat An-Anisa ayat 86, semakin diperkuat mengenai anjuran pengucapan wa iyyak jika melakukan kegiatan tolong-menolong. Berikut bunyi suratnya:

Wa iżā ḥuyyītum bitaḥiyyatin fa ḥayyụ bi`aḥsana min-hā au ruddụhā, innallāha kāna ‘alā kulli syai`in ḥasībā

Secara sederhana, potongan ayat suci Al-Quran itu bermakna bahwa saat Anda memperoleh penghormatan, maka harus dibalas lebih baik atau serupa. Karena semua tak lepas dari sifat Allah SWT yang memperhitungkan segala sesuatu, sehingga sikap yang terpuji juga bakal memperoleh pahala yang istimewa. Tak heran jika wa iyyak dianjurkan sebagai doa baik saat tindakan Anda diapresiasi.


Tiga Kebaikan Saat Mengucapkan Wa Iyyak

Meskipun wa iyyak berarti semoga kebaikan dilimpahkan Allah SWT, pengucapannya tidak dilakukan secara tunggal. Ada imbuhan sesuai subyek yang berbicara entah laki-laki (ikhwan) atau perempuan (akhwat) yang harus ditambahkan saat berujar wa iyyak. Meskipun begitu, kata ini memiliki arti yang mendalam yakni sebagai ucapan syukur dan dijauhkan dari kesombongan.

Lebih lanjut, seorang Muslim atau Muslimah yang setiap kali mengucapkan wa iyyak akan memperoleh beberapa keutaman. Tiga di antaranya adalah sebagai bentuk dari kerendahan hati dan terhindar dari sikap sombong, mewujudkan sikap ramah serta menjalin silaturahmi sesama Muslim dan sebagai bentuk penghargaan atas ucapan terima kasih itu sendiri.

Karena bagaimanapun ketika seseorang menolong sesama, setan akan tetap memberikan tipu daya sehingga si penolong menjadi besar kepala apalagi ketika dianggap luar biasa oleh pihak yang memperoleh pertolongan. Untuk itu agar terhindar dari kondisi demikian, memahami wa iyyak artinya secara tepat adalah keharusan agar kita senantiasa menjadi Muslim dan Muslimah yang terpuji.

Hanya Manusia Biasa Yang Selalu Memperbaiki Hati dan Diri